Friday, November 21, 2008

DISCIPLINE

Ini bukan bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri, tapi bagaimana kita mengatur diri kita dalam memperlakukan segala sesuatu yang ada di luar diri kita. Ini disebut dengan disiplin. Disiplin yang sesungguhnya harus berasal dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Karena kesadaran untuk berubah sangatlah penting untuk pendisiplinan diri, dan ini harus berasal dari diri kita sendiri. Pedisiplinan berlaku untuk semua orang, bukan hanya untuk anak kecil (termasuk anak-anak rohani kita), tapi juga untuk diri setiap orang di muka bumi ini. Kenapa manusia harus mendisplinkan diri sendiri? Karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki kehendak bebas, untuk itulah setiap manusia (dalam perjalanannya menuju visi) harus mengalami pendisiplinan. Kalau tidak maka liarlah kita.

Wednesday, November 19, 2008

MASALAH

ini bukan masalah waktu
ini bukan masalah uang
ini bukan masalah tekanan
ini bukan masalah hubungan
ini bukan masalah apa yang harus dikerjakan
ini bukan masalah harus menjadi apa
ini bukan masalah bagaimana prioritas saya
ini bukan masalah di luar sana

ini masalah di hati saya sendiri


p.s. untuk orang-orang yang kadang mengalami stress sama keadaan dan gak tau sebabnya apa...

STEFANIE


PRIORITAS MENENTUKAN CARA HIDUP

Ada banyak hal yang harus kita kerjakan di dunia ini, tapi gak semua hal itu esensial. Setiap kita harus memaksa diri kita, tubuh kita, pikiran kita untuk melakukan hal-hal yang esensi. Jika prioritas yang tersusun dalam hidup kita benar, maka itu akan membuat kita hidup dengan cara yang benar juga. Jika sekarang posisi-posisi itu berubah, berarti yang harus kita lakukan adalah membenahi dulu prioritas kita. Karena tanpa prioritas yang benar, maka kita tidak mungkin hidup dengan benar. Prioritas akan menentukan bagaimana kita mengolah waktu, uang, dan tenaga kita. Bagaimana kita mengaturnya ditentukan oleh susunan prioritas yang tersirat dalam hidup kita.

Mari saat ini, benahi setiap prioritas kita, dan apakah Tuhan masih ada di posisi pertama dan yang terutama dalam hidup kita?

Tuesday, November 18, 2008

T FOR TIME

Ada beberapa pertanyaan menarik beberapa minggu terakhir ini:
  1. Sebelum ada Tuhan ada apa?
  2. Udara diciptakan pada hari ke berapa?
  3. Tumbuhan dan matahari, mana yang lebih dulu diciptakan?
Sederhana, tapi langsung bikin penasaran. Setiap orang punya jawaban yang berbeda-beda, setiap orang punya persepsi yang berbeda buat setiap keadaan, termasuk sama pertanyaan-pertanyaan itu. Awalnya, kita pasti langsung berpikir logis tentang semua hal itu, tapi di balik semuanya itu, ini yang saya dapatkan... Ketiga pertanyaan itu bersangkutan dengan satu hal yang bernama waktu. Kata sebelum, hari, lebih dulu, merupakan bagian dari kata tunjuk waktu. Dan pernahkah kita berpikir bahwa ternyata, hanya selama kita di dunia ini lah kita berhadapan dengan waktu. So, pastikan digunakan semaksimal mungkin.

PERFECT IS NOT ABOUT THE RESULT

Being perfect is about being excellent in its journey.

Menjadi sempurna bukanlah sebuah hasil akhir, tetapi lebih kepada bagaimana kita menjalani sebuah perjalanan. Setiap orang punya pandangan yang berbeda untuk kesempurnaan itu, itu artinya kesempurnaan masing-masing orang bersifat relatif. Kesempurnaan harus dinilai dari setiap langkah yang diambil, dan bukan dinilai dari hasil akhir. Setiap orang diciptakan sempurna, itu sebabnya setiap orang akan menjalani juga setiap proses yang indah dari Tuhan untuk akhirnya mendapatkan sebuah hasil akhir yang luar biasa. Mulailah untuk menghargai bagaimana cara orang lain bertumbuh, karena pertumbuhan tidak bisa dipaksakan. Yang kita bisa lakukan adalah menanam dan menyiram. Jangan pernah membuat-buat kesempurnaan.

Monday, November 17, 2008

SO WHAT...?

Jangan pernah mementingkan diri sendiri karena kita tidak tahu betapa cepatnya waktu itu datang...

Mari berpikir dengan cara pandang yang terpengaruh oleh belas kasihan, dan mulai mengurusi hati Tuhan lagi. Menangis bukanlah sebuah jawaban untuk pergerakan. Tetapi setiap pergerakan haruslah menjadi pergerakan yang sesuai dengan tahap ini: doa - penginjilan - pembapaan. Itulah yang akan membangun perubahan generasi besar-besaran di dunia. Saat ini, kita 'gak pernah bisa membaca seburuk apa gambaran generasi ini, karena semua begitu rancu dan samar-samar. Tapi yang pasti jauh dari yang pernah kita bayangkan, generasi ini diambang batas kematian. Jika setiap kita tidak mengambil langkah untuk mulai berdoa untuk mereka lalu melangkah maju untuk menarik mereka dari setiap api, maka mereka tidak akan pernah menjadi merdeka. Mari, jangan pernah mementingkan diri sendiri...

BOTOL part 2

Setiap kita diberi botol. Yang harus diisi dengan cinta yang esensi selama kita di dunia. Hanya di dunia kita memiliki waktu untuk berusaha mengisinya. Setelah kita mati dan kita ke surga, botol itulah satu-satunya yang kita punya. Dan isi botol masing-masing kita mungkin berbeda-beda. Ada yang 100 mililiter cinta, ada yang 300 mililiter cinta, dan ada yang 600 mililiter cinta. So, pastikan saat ini, ketika kita masih di dunia, isilah botol itu semaksimal mungkin dengan cinta yang esensi.

ARE YOU LISTEN TO ME?

Hari ini, pertanyaan itu muncul lagi. Berulang-ulang di telingaku. Kata-Nya, "Vid, apakah kamu mendengar hati-Ku?"

Akhir-akhir ini, gue jadi susah tidur lagi. Banyak hal terjadi, beyond all my thoughts and my feelings, yang akhirnya bikin gue denger suara itu lagi terus bertanya. Dan gue (selalu) 'gak bisa jawab. Bukan karena gue 'gak punya jawaban, tapi kayaknya kok 'gak ada jawaban yang bisa memuaskan sang Penanya, kecuali gue bener-bener bertindak. Kalo dijawab, "Iya denger kok..." rasanya bersalah banget karena gue 'gak bersama-sama menangis sama Suara itu. Atau, gue jawab, "Oh 'gak denger kok..." rasa-rasanya beberapa detik kemudian petir datang dari langit dan nyamber gue dari ujung kepala sampe ujung kaki. Jadi gue 'gak pernah bisa jawab pertanyaan itu. Akhirnya, selalu gue diem, 'gak ngasih jawaban, dan nangis. Mencoba mengerti apa maksud pertanyaan itu...

PERKATAAN ADALAH TANGGUNG JAWAB

MATURITY is talk about responsibility...

KITA harus bertindak "ya!" setiap kali kita berkata "ya!", karena kedewasaan dinilai dari seberapa kita bertanggung jawab atas apa yang kita katakan. Perubahan yang sedang kita tempuh selama kita hidup adalah sebuah proses menuju kedewasaan seperti Kristus. Untuk itulah, setiap kita harus mulai belajar menyesuaikan setiap tindakan kita dengan apa yang sudah kita katakan. Gampang-gampang susah, tapi setiap orang harus mencoba belajar untuk menjadi dewasa, bukan begitu?

Sunday, November 16, 2008

SURRENDER

SATU-SATUNYA gaya hidup yang paling menginspirasi adalah gaya hidup penyerahan. Tidak semua orang suka, tidak semua orang mau membiarkan diri mereka diserahkan begitu saja tanpa ada alasan yang kuat. Bagi saya, setiap orang punya alasan yang kuat untuk menyerahkan hidupnya buat Tuhan, karena bukanlah suatu hal yang bodoh ketika kita menyerahkannya kepada Tuhan, dan selanjutnya kita mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari pada kehidupan itu sendiri. Berserah berbeda dengan menyerah. Berserah adalah respon hati yang bergantung pada seseorang atau sesuatu, tetapi menyerah adalah suatu sikap. Jangan pernah berusaha dengan kemampuan kita sendiri, karena kita tidak pernah bisa menjaga diri kita sendiri. Jangan pernah berpikir keras, karena kita tidak akan pernah mendapatkan yang terbaik dengan pikiran kita sendiri.

TIDAK ada yang bisa mengambil sesuatu dari kita apa yang sudah kita serahkan.

GRAVITATE EACH OTHER

Mari kita kembali kepada kasih yang mula-mula!

Kasih akan membuat kita mempertahankan kontinuitas kita dalam melayani generasi. Akar dari semua kegagalan kita adalah sudah tidak adanya kasih dalam hati kita masing-masing. Hal ini mendatangkan banyak negativitas dalam hidup kita. Atau dengan kata lain yang terjadi adalah setiap orang mementingkan diri sendiri. Kasih membuat setiap orang melekat satu sama lain, sama seperti bumi dengan gravitasi. Tanpa gravitasi (baca: kasih), setiap orang akan melayang entah kemana. Kasih adalah kunci untuk membuka segala ketidakmungkinan. Segala sesuatu terjadi dan berawal dari kasih, yaitu kasih Yesus yang mau mati untuk dunia (keinginan ini terbukti ada sebelum dunia dijadikan, karena tanpa kasih ini, dunia tidak mungkin dijadikan dengan semua kemungkinan kejatuhan manusia ke dalam dosa). Hiduplah dalam kasih mula-mula.

Wednesday, November 12, 2008

BOTOL part 1

sudah beberapa hari gue gak nulis blog...
terus malem ini tibatiba kangen berat sama hal ini.
buat saya berbagi hidup itu sama seperti berbagi harta.

saya punya satu cerita...
atau kita sebut saja ilustrasi.
(sebentar ya, banyak nyamuk! jadi tutup pintu dulu...)

ada 3 orang hendak hendak pergi ke sebuah tempat rahasia.
mereka tidak tau kemana tujuan mereka.
tapi yang pasti, mereka dibekali satu buat botol masingmasing.
akhirnya berangkatlah mereka...

orang yang pertama...
dia memakai botol itu untuk menaruh kumbang kesayangannya.
kumbang ini dia temukan beberapa hari yang lalu
dan dia sangat mengaguminya.
lalu pergilah dia.

orang yang kedua...
dia memakai botol ini untuk menyimpan uang.
dia membawa semua tabungan yang terkumpul
dan dimasukkannya ke dalam botol itu.
lalu pergilah dia.

orang yang ketiga...
dia mengisi penuh botol ini dengan air.
dia menaruhnya dengan aman
dan tidak membuangbuang waktu
lalu pergilah dia.

ketiga orang ini akhirnya pergi.
sesampainya mereka di tempat tujuan mereka
mereka baru sadar bahwa
itu adalah padang pasir

ini adalah sebuah ilustrasi.
setiap kita mempunyai sebuah botol dalam hidup kita masingmasing.
di depan sana, kita gak pernah tau apa yang akan terjadi.
jadi, pastikan isi penuh botol kita dengan halhal yang berguna...
dan yang esensi.

Saturday, November 8, 2008

HUJAN part. 3

kadang...

tik tik tik tik . . .

kadang...

der dresss derrrr...

Friday, November 7, 2008

HUJAN part. 2

apakah hujan masih melemparkan sejuta pesona bagimu sehingga kau harus keluar rumah membuka pintu, menarik lenganku? apakah bumi masih merekam riang langkah kita memburu hujan, menyelinap diamdiam agar lolos dari tatap mata orangtua kita?

apa yang kau cari dari balik hujan? matahari tak pernah bersembunyi saat hujan turun siang hari. mungkin, ia ada dalam matamu saat gigil mulai menusukku diamdiam dari belakang, mungkin ia ada dalam tawamu saat sebuah mobil mengotori celanaku dengan lumpur, atau matahari sedang luruh dalam seluruh tawa kita ketika kau lempar sebuah cerita.

dari sanalah, kulihat diamdiam matahari terbit bersama bias pelangi. saat pelarian kita dalam hujan membuat kita tak tahu jalan pulang.
fahd djibran; karena bertanya tak membuatmu berdosa: a cat in my eyes.