here i am jesus
leave all my matters
come and lead me
to do what you do
here i am father
put all that i wants
and find what your will
let it be my pleasure
you are my god
you are my lord
in you i surrender my heart
before you i bow down my life
and pray
lord, lead my way
repair what's broken
i give all i am
lord, lead my life
surround me with your love
and give me your heart
lord, let your will be done
Sunday, October 26, 2008
Saturday, October 25, 2008
untuk TUHAN
cukup sudah
ketika seluruh hidup ini menjadi satu dengan hidupmu
kamu di hidupku, dan aku di hidupmu
ketika semua lamunan buang-buang waktu sejenak menjadi lagu
kamu menggurui hatiku
kamu merajai hatiku
runtuhlah...
hancurlah semua keangkuhanku tentang cinta
terbongkar sudah semua rantai angkara
cukup sudah
ketika seluruh hidupku sadar adanya kamu
kamu di hidupku, dan aku di hidupmu
ketika aku tahu bahwa kamu mencintaiku
mari terus sadarkan aku
mari terus biarkan kamu menemani hatiku
dan memelukku
sampai aku tidak lagi hidup
ketika seluruh hidup ini menjadi satu dengan hidupmu
kamu di hidupku, dan aku di hidupmu
ketika semua lamunan buang-buang waktu sejenak menjadi lagu
kamu menggurui hatiku
kamu merajai hatiku
runtuhlah...
hancurlah semua keangkuhanku tentang cinta
terbongkar sudah semua rantai angkara
cukup sudah
ketika seluruh hidupku sadar adanya kamu
kamu di hidupku, dan aku di hidupmu
ketika aku tahu bahwa kamu mencintaiku
mari terus sadarkan aku
mari terus biarkan kamu menemani hatiku
dan memelukku
sampai aku tidak lagi hidup
Sunday, October 19, 2008
KENATURALAN
(copied from Onna Tahapary's blog, click here!)
Natural itu apa adanya, sebuah keindahan tanpa polesan yang penuh dengan makna. Sejauh pengamatan saya, semua hal yang Tuhan rancang dalam kehidupan ini adalah sesuatu yang bersifat natural. Muncul dari ide brilian yang otentik. Tanpa sebuah pemaksaan di dalamnya. Bayangkan saja, bunga-bunga liar yang bertumbuh secara natural tanpa ada campur tangan manusia di dalamnya, lebih sedap dipandang mata, lebih bermakna.
Terkadang kita merasa telah menjadi pribadi yang mencintai kenaturalan, namun dalam realita kehidupan, justru kita lebih condong memangkas kenaturalan dengan pemaksaan kehendak pribadi. Kepada anak-anak yang lamban memahami maksud, kita menyimpulkan bahwa mereka bodoh, padahal bisa saja yang mereka butuhkan adalah sebuah waktu yang lebih lama untuk belajar memahami. Atau mungkin memahami dengan lebih natural, tanpa batasan waktu.
Natural itu liar. Orang benci keliaran, namun harus diakui bahwa salah satu esensi pertumbuhan adalah keliaran itu sendiri. Keliaran itu beragam, bukan seragam. Pemangkasan kenaturalan dalam kehidupan terjadi ketika kita berupaya memaksakan semua orang untuk memakai seragam yang sama. Secara tidak sadar, kita telah menjaga jarak dari mereka yang tampaknya liar bagi kita. Terkadang dengan arogan kita menyimpulkan bahwa mereka tidak bertumbuh, tidak spiritual. Saya kuatir, jangan-jangan kita telah salah menilai. Mungkin justru mereka yang tampaknya liar itulah, yang sebenarnya telah mengalami pertumbuhan karena dalam keliaran, mereka telah memahami sebuah maksud secara natural. Saya curiga, jangan-jangan orang-orang yang gemar memakai seragam, yang tampaknya spiritual adalah mereka yang lamban memahami maksud dan tidak bertumbuh karena menentang keliaran dalam pertumbuhan yang natural.
Penghargaan kepada kenaturalan adalah ketika kita memilih untuk tidak memaksakan kehendak pribadi kepada orang lain dan memutuskan untuk menghargai sebuah bentuk keliaran dalam pertumbuhan secara natural.
Natural itu apa adanya, sebuah keindahan tanpa polesan yang penuh dengan makna. Sejauh pengamatan saya, semua hal yang Tuhan rancang dalam kehidupan ini adalah sesuatu yang bersifat natural. Muncul dari ide brilian yang otentik. Tanpa sebuah pemaksaan di dalamnya. Bayangkan saja, bunga-bunga liar yang bertumbuh secara natural tanpa ada campur tangan manusia di dalamnya, lebih sedap dipandang mata, lebih bermakna.
Terkadang kita merasa telah menjadi pribadi yang mencintai kenaturalan, namun dalam realita kehidupan, justru kita lebih condong memangkas kenaturalan dengan pemaksaan kehendak pribadi. Kepada anak-anak yang lamban memahami maksud, kita menyimpulkan bahwa mereka bodoh, padahal bisa saja yang mereka butuhkan adalah sebuah waktu yang lebih lama untuk belajar memahami. Atau mungkin memahami dengan lebih natural, tanpa batasan waktu.
Natural itu liar. Orang benci keliaran, namun harus diakui bahwa salah satu esensi pertumbuhan adalah keliaran itu sendiri. Keliaran itu beragam, bukan seragam. Pemangkasan kenaturalan dalam kehidupan terjadi ketika kita berupaya memaksakan semua orang untuk memakai seragam yang sama. Secara tidak sadar, kita telah menjaga jarak dari mereka yang tampaknya liar bagi kita. Terkadang dengan arogan kita menyimpulkan bahwa mereka tidak bertumbuh, tidak spiritual. Saya kuatir, jangan-jangan kita telah salah menilai. Mungkin justru mereka yang tampaknya liar itulah, yang sebenarnya telah mengalami pertumbuhan karena dalam keliaran, mereka telah memahami sebuah maksud secara natural. Saya curiga, jangan-jangan orang-orang yang gemar memakai seragam, yang tampaknya spiritual adalah mereka yang lamban memahami maksud dan tidak bertumbuh karena menentang keliaran dalam pertumbuhan yang natural.
Penghargaan kepada kenaturalan adalah ketika kita memilih untuk tidak memaksakan kehendak pribadi kepada orang lain dan memutuskan untuk menghargai sebuah bentuk keliaran dalam pertumbuhan secara natural.
berita kriminal
seorang tersangka, sebut saja bejo, tertangkap basah sedang tertidur pulas di lorong samping ruang kebaktian. waktu menunjukkan sekitar pukul 15.25, ketika tersangka melakukan
kesalahan fatal yang berakibat dirinya menjadi bahan ejekan sesaat dan objek jail untuk sekelompok orang tidak dikenal (baca: anak-anak musik yang lain). tersangka, alias bejo, menjadi sebuah contoh kasus yang sering terjadi dalam kehidupan anak muda di bandung dalam dekade terakhir ini. menurut penelitian, hal ini terjadi karena alasan yang sederhana, yaitu kebanyakan anak muda tidak bisa mengatur waktu dalam hidupnya. sehingga akhirnya tidak maksimal dalam segala hal.
kesulitan anak muda dalam mengatur waktu berakibat pada masa depan yang tidak cerah. menurut dr. victor h. waang, untuk menjadi anak muda yang hidup menghargai waktu, hanya butuh dua hal. "mari setiap kita menjadi anak muda yang memiliki target dan plan," demikian dr. waang ketika diwawancara oleh redaksi di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota bandung.
tidak bisa dipungkiri bahwa anak muda adalah kekuatan dari sebuah bangsa.
kesalahan fatal yang berakibat dirinya menjadi bahan ejekan sesaat dan objek jail untuk sekelompok orang tidak dikenal (baca: anak-anak musik yang lain). tersangka, alias bejo, menjadi sebuah contoh kasus yang sering terjadi dalam kehidupan anak muda di bandung dalam dekade terakhir ini. menurut penelitian, hal ini terjadi karena alasan yang sederhana, yaitu kebanyakan anak muda tidak bisa mengatur waktu dalam hidupnya. sehingga akhirnya tidak maksimal dalam segala hal.kesulitan anak muda dalam mengatur waktu berakibat pada masa depan yang tidak cerah. menurut dr. victor h. waang, untuk menjadi anak muda yang hidup menghargai waktu, hanya butuh dua hal. "mari setiap kita menjadi anak muda yang memiliki target dan plan," demikian dr. waang ketika diwawancara oleh redaksi di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota bandung.
tidak bisa dipungkiri bahwa anak muda adalah kekuatan dari sebuah bangsa.
kenapa coba?
kenapa coba sekarang jadi zaman bikin friendtest? hahahaha, semua orang jadi keranjingan bikin friendtest (secara gue juga bikin gitu). selain untuk ajang eksistensi diri, juga ternyata ada hikmahnya. nah disini hikmahnya...
manusia adalah makhluk sosial. setiap manusia senang diperhatikan, bahkan sampai ditebak-tebak kepribadiannya di dalam sebuah kuis gak jelas yang disebut friendtest. meskipun orang tersebut adalah orang yang sangat anti-sosial, pada dasarnya Tuhan menciptakan orang itu dengan satu rasa di dalam hatinya, yaitu rasa senang untuk memperhatikan dan senang diperhatikan. sudah pasti... haha.
setiap orang butuh dan dibutuhkan orang lain. that's why, ada bermacam-macam komunitas. definisi komunitas sebenarnya adalah sekumpulan makhluk hidup yang tinggal bersama. itulah komunitas. yang jadi poin disini adalah ada komunitas yang benar dan ada yang salah (dan kita kembali dihadapkan sama pilihan).
di dalam komunitas yang benar, bukan berarti semua hal akan terjadi sangat menyenangkan. komunitas yang benar justru menjadi tempat dimana setiap orang mendewasakan satu sama lain. it's hurt, but it's very useful. hanya di dalam sebuah komunitas kita akan merasakan hal ini. seperti beberapa hari ini di dalam hidup saya, kok rasanya banyak gesekan, banyak kekesalan, banyak problem, banyak kata-kata teguran yang menyakitkan, dll. tapi ketahuilah ini, semua itu hanya akan didapat dalam komunitas; dan itu semua mendewasaka saya.
justru orang yang sangat kita sayang yang bisa menyakiti kita kan?
manusia adalah makhluk sosial. setiap manusia senang diperhatikan, bahkan sampai ditebak-tebak kepribadiannya di dalam sebuah kuis gak jelas yang disebut friendtest. meskipun orang tersebut adalah orang yang sangat anti-sosial, pada dasarnya Tuhan menciptakan orang itu dengan satu rasa di dalam hatinya, yaitu rasa senang untuk memperhatikan dan senang diperhatikan. sudah pasti... haha.
setiap orang butuh dan dibutuhkan orang lain. that's why, ada bermacam-macam komunitas. definisi komunitas sebenarnya adalah sekumpulan makhluk hidup yang tinggal bersama. itulah komunitas. yang jadi poin disini adalah ada komunitas yang benar dan ada yang salah (dan kita kembali dihadapkan sama pilihan).
di dalam komunitas yang benar, bukan berarti semua hal akan terjadi sangat menyenangkan. komunitas yang benar justru menjadi tempat dimana setiap orang mendewasakan satu sama lain. it's hurt, but it's very useful. hanya di dalam sebuah komunitas kita akan merasakan hal ini. seperti beberapa hari ini di dalam hidup saya, kok rasanya banyak gesekan, banyak kekesalan, banyak problem, banyak kata-kata teguran yang menyakitkan, dll. tapi ketahuilah ini, semua itu hanya akan didapat dalam komunitas; dan itu semua mendewasaka saya.
justru orang yang sangat kita sayang yang bisa menyakiti kita kan?
Thursday, October 16, 2008
GRADASI (bukan sekadar wacana)
saya sadar malam ini bahwa cinta itu cukup; cinta itu menyelamatkanku dari setiap rasa benci. saya sadar bahwa cinta ini membawaku menjadi dekat dan tidak pernah merasa sendiri. saya sadar dan saya cintai ini. saya cinta, ketika saya harus menyadari bahwa begitu besar hadiah yang diberikan cinta pada saya: sebuah kenaturalan.
s e b u a h g r a d a s i.
saya namai gradasi: setiap proses penyelamatan yang dilakukan cinta terhadap setiap kegelapan dalam hidup saya ini. gradasi itu perubahan. perubahan dalam pola pikir, perubahan dalam pola hidup, dan perubahan dalam pola saya dalam merespon. perubahan membuat kita tidak nyaman, tapi ketahuilah bahwa perubahan mendewasakan kita, sama halnya seperti sebuah gradasi mendewasakan sebuah lukisan.
sebuah penolakan terhadap gradasi merupakan sebuah penolakan terhadap gambaran kehidupan yang dinamis. jangan pernah menolak gradasi (baca: proses). tanpa gradasi, saya tidak mungkin berubah menjadi lebih baik. sebuah perubahan yang natural. bukan perubahan yang mengagetkan.
gradasi: perubahan yang natural.
sepatutnya, sebuah cinta harus memiliki gradasi. sebuah cinta itu terbentuk dalam sebuah proses dan bukan tercipta tiba-tiba (red. maaf diralat artikel yang sebelumnya... xoxo). cinta itu sebuah mahadaya. perbedaannya dengan nafsu, sama seperti perbandingan antara debu dan salju. cinta akan selalu dinamis dan natural, sedangkan nafsu sama sekali tidak menciptakan sebuah gradasi. nafsu hanya akan membekas dalam daging, tidak menyentuh sampai ke kedalaman relung.
saya cinta ketika saya sadar bahwa hidup saya penuh dengan gradasi. setiap kali saya menyadari proses yang sempurna yang dibuat oleh satu mahadaya bernama cinta, saya selalu terenyak menahan nafas beberapa detik, dan di detik selanjutnya saya kembali sadar dan tersenyum mengagumi cinta itu sendiri. saya tidak mencoba membuatnya terkesan berlebihan alias hiperbolisasi. tapi inilah kenyataan dan yang seharusnya terjadi dalam hidup setiap manusia.
bulan purnama | 17 oktober 2008 | 01.22 am
sebuah puisi: gradasi
proses itu tidak dibuat-buat.
proses itu natural.
bagaikan gradasi dalam sebuah pelangi: berawal dari merah dan berakhir menjadi ungu.
cinta itu tidak dibuat-buat.
cinta itu natural.
bagaikan gradasi dalam sebuah aurora: berawal dari tanda tanya dan berakhir menjadi sebuah romansa.
i love you.
s e b u a h g r a d a s i.
saya namai gradasi: setiap proses penyelamatan yang dilakukan cinta terhadap setiap kegelapan dalam hidup saya ini. gradasi itu perubahan. perubahan dalam pola pikir, perubahan dalam pola hidup, dan perubahan dalam pola saya dalam merespon. perubahan membuat kita tidak nyaman, tapi ketahuilah bahwa perubahan mendewasakan kita, sama halnya seperti sebuah gradasi mendewasakan sebuah lukisan.
sebuah penolakan terhadap gradasi merupakan sebuah penolakan terhadap gambaran kehidupan yang dinamis. jangan pernah menolak gradasi (baca: proses). tanpa gradasi, saya tidak mungkin berubah menjadi lebih baik. sebuah perubahan yang natural. bukan perubahan yang mengagetkan.
gradasi: perubahan yang natural.
sepatutnya, sebuah cinta harus memiliki gradasi. sebuah cinta itu terbentuk dalam sebuah proses dan bukan tercipta tiba-tiba (red. maaf diralat artikel yang sebelumnya... xoxo). cinta itu sebuah mahadaya. perbedaannya dengan nafsu, sama seperti perbandingan antara debu dan salju. cinta akan selalu dinamis dan natural, sedangkan nafsu sama sekali tidak menciptakan sebuah gradasi. nafsu hanya akan membekas dalam daging, tidak menyentuh sampai ke kedalaman relung.
saya cinta ketika saya sadar bahwa hidup saya penuh dengan gradasi. setiap kali saya menyadari proses yang sempurna yang dibuat oleh satu mahadaya bernama cinta, saya selalu terenyak menahan nafas beberapa detik, dan di detik selanjutnya saya kembali sadar dan tersenyum mengagumi cinta itu sendiri. saya tidak mencoba membuatnya terkesan berlebihan alias hiperbolisasi. tapi inilah kenyataan dan yang seharusnya terjadi dalam hidup setiap manusia.
bulan purnama | 17 oktober 2008 | 01.22 am
sebuah puisi: gradasi
proses itu tidak dibuat-buat.
proses itu natural.
bagaikan gradasi dalam sebuah pelangi: berawal dari merah dan berakhir menjadi ungu.
cinta itu tidak dibuat-buat.
cinta itu natural.
bagaikan gradasi dalam sebuah aurora: berawal dari tanda tanya dan berakhir menjadi sebuah romansa.
i love you.
Labels:
ceritaku,
cinta,
filosofi cinta,
gradasi,
tentang hidup
Tuesday, October 14, 2008
for your HEALTH
Answer the phone by LEFT ear.
Do not drink coffee TWICE a day.
Do not take pills with COOL water.
Do not have HUGE meals after 5pm.
Reduce the amount of OILY food you consume.
Drink more WATER in the morning, less at night.
Keep your distance from hand phone CHARGERS.
Do not use headphones/earphone for LONG period of time.
Best sleeping time is from 10pm at night to 6am in the morning.
Do not lie down immediately after taking medicine before sleeping.
When battery is down to the LAST grid/bar, do not answer the phone as the radiation is 1000 times.
Do not drink coffee TWICE a day.
Do not take pills with COOL water.
Do not have HUGE meals after 5pm.
Reduce the amount of OILY food you consume.
Drink more WATER in the morning, less at night.
Keep your distance from hand phone CHARGERS.
Do not use headphones/earphone for LONG period of time.
Best sleeping time is from 10pm at night to 6am in the morning.
Do not lie down immediately after taking medicine before sleeping.
When battery is down to the LAST grid/bar, do not answer the phone as the radiation is 1000 times.
10 BIGGEST BRAIN DAMAGING HABITS
1. NO BREAKFAST
people who do not take breakfast are going to have a lower blood sugar level. this leads to an insufficient supply of nutrients to the brain causing brain degeneration.
2. OVEREATING
overeating causes hardening of the brain arteries, leading to a decrease in mental power.
3. SMOKING
smoking causes multiple brain shrinkage and may lead to Alzheimer disease.
4. HIGH SUGAR CONSUMPTION
too much sugar will interrupt the absorption of proteins and nutrients causing malnutrition and may interfere with brain development.
5. AIR POLLUTION
the brain is the largest oxygen consumer in our body. inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain, bringing about decrease in brain efficiency.
6. SLEEP DEPRIVATION
sleep allows our brain to rest. long term deprivation from sleep will accelerate the death of brain cells.
7. HEAD COVERED WHILE SLEEPING
sleeping with the head covered, increases the concentration of carbon dioxide and decrease concentration of oxygen that may lead to brain damaging effects.
8. WORKING YOUR BRAIN DURING ILLNESS
working hard or studying with sickness may lead to a decrease in effectiveness of the brain as well as damage the brain.
9. LACKING IN STIMULATING THOUGHTS
thinking is the best way to train our brain. lacking in brain stimulation thoughts may cause brain shrinkage.
10. TALKING RARELY
intellectual conversations will promote the efficiency of the brain.
ps. hahahaha, gue baru tau ternyata banyak ngobrol ada gunanya juga buat otak kita, dan ngeri juga nih karena gue jarang breakfast. wkwkwk.
people who do not take breakfast are going to have a lower blood sugar level. this leads to an insufficient supply of nutrients to the brain causing brain degeneration.
2. OVEREATING
overeating causes hardening of the brain arteries, leading to a decrease in mental power.
3. SMOKING
smoking causes multiple brain shrinkage and may lead to Alzheimer disease.
4. HIGH SUGAR CONSUMPTION
too much sugar will interrupt the absorption of proteins and nutrients causing malnutrition and may interfere with brain development.
5. AIR POLLUTION
the brain is the largest oxygen consumer in our body. inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain, bringing about decrease in brain efficiency.
6. SLEEP DEPRIVATION
sleep allows our brain to rest. long term deprivation from sleep will accelerate the death of brain cells.
7. HEAD COVERED WHILE SLEEPING
sleeping with the head covered, increases the concentration of carbon dioxide and decrease concentration of oxygen that may lead to brain damaging effects.
8. WORKING YOUR BRAIN DURING ILLNESS
working hard or studying with sickness may lead to a decrease in effectiveness of the brain as well as damage the brain.
9. LACKING IN STIMULATING THOUGHTS
thinking is the best way to train our brain. lacking in brain stimulation thoughts may cause brain shrinkage.
10. TALKING RARELY
intellectual conversations will promote the efficiency of the brain.
ps. hahahaha, gue baru tau ternyata banyak ngobrol ada gunanya juga buat otak kita, dan ngeri juga nih karena gue jarang breakfast. wkwkwk.
PENGENALAN YANG NATURAL: sebuah gradasi
cinta menuntut sebuah hubungan, dan hubungan menuntut sebuah komunikasi. sebuah cinta tidak akan berjalan tanpa hubungan dan komunikasi. cinta bermula dari sebuah komunikasi; kenalan, ngobrol, bergaul (termasuk di dalamnya kesel-keselan), dan akhirnya jadi cinta. mengertilah hal ini, karena kebanyakan orang tidak mengerti. pada kenyataannya teraplikasi bahwa banyak orang menjalin cinta tanpa mengawalinya dari hubungan, tapi dari rasa suka yang gak jelas.
sebuah proses penting dalam sebuah hubungan adalah pengenalan. sama-sama bilang pengenalan! pengenalan akan tercipta ketika seseorang berhubungan dengan natural, karena yang dikejar adalah pengenalan yang natural juga, bukan pengenalan yang dibuat-buat atau ditutup-tutupi. mayoritas kasus pacaran yang terjadi adalah kasus pacaran yang bukan berawal dari sesuatu yang natural, tapi karena sebuah ketertarikan mata semata-mata (banyak amat mata nya). ketertarikan inilah yang akhirnya mendorong seseorang untuk memberikan manuver-manuver perasaan yang sifatnya "menginginkan", bukan mencintai. yang berbahaya selanjutnya adalah banyak pasangan yang akhirnya tidak menjalin percintaan dengan mengenal satu sama lain. mereka melewati proses pengenalan. you can't say you are in love if you never really hate someone and still realizing that something missing without him/her.
buat gue, cinta itu sesuatu yang natural. tidak bisa dikatakan dari mana awalnya. bingung juga sih, kalau dalam sebuah obrolan tiba-tiba muncul pertanyaan, "kapan mulai suka sama si anu (baca: sensor dong ah, malu)?" tapi, kalau terpaksa banget harus jawab sih, ya paling-paling bakal gue jawab, "gak tau tuh," atau "ya, mungkin dari pertama ketemu..."
nah, "...dari awal ketemu..." itulah kuncinya. komunikasi berawal dari awal ketemu, setelah itu berhubungan, dan setelah itu entah di titik persis mana gue harus menyebut bahwa di situlah gue mulai suka. karena suka (baca: cinta) datang seperti sebuah gradasi. peace!
i love being natural lover.
sebuah proses penting dalam sebuah hubungan adalah pengenalan. sama-sama bilang pengenalan! pengenalan akan tercipta ketika seseorang berhubungan dengan natural, karena yang dikejar adalah pengenalan yang natural juga, bukan pengenalan yang dibuat-buat atau ditutup-tutupi. mayoritas kasus pacaran yang terjadi adalah kasus pacaran yang bukan berawal dari sesuatu yang natural, tapi karena sebuah ketertarikan mata semata-mata (banyak amat mata nya). ketertarikan inilah yang akhirnya mendorong seseorang untuk memberikan manuver-manuver perasaan yang sifatnya "menginginkan", bukan mencintai. yang berbahaya selanjutnya adalah banyak pasangan yang akhirnya tidak menjalin percintaan dengan mengenal satu sama lain. mereka melewati proses pengenalan. you can't say you are in love if you never really hate someone and still realizing that something missing without him/her.
buat gue, cinta itu sesuatu yang natural. tidak bisa dikatakan dari mana awalnya. bingung juga sih, kalau dalam sebuah obrolan tiba-tiba muncul pertanyaan, "kapan mulai suka sama si anu (baca: sensor dong ah, malu)?" tapi, kalau terpaksa banget harus jawab sih, ya paling-paling bakal gue jawab, "gak tau tuh," atau "ya, mungkin dari pertama ketemu..."
nah, "...dari awal ketemu..." itulah kuncinya. komunikasi berawal dari awal ketemu, setelah itu berhubungan, dan setelah itu entah di titik persis mana gue harus menyebut bahwa di situlah gue mulai suka. karena suka (baca: cinta) datang seperti sebuah gradasi. peace!
i love being natural lover.
Monday, October 13, 2008
kisah baru tentang cinta
cinta kayak halilintar, menggelegar sampai bumi bergetar
mengagetkan seperti tengah malam ke wc trus tiba-tiba ada kecoa
ingin teriak tapi malu, ingin melompat tapi agak berlebihan
tapi inilah cinta... sepah-sepah tapi manis
hari ini ada kisah baru tentang cinta
kisah yang akan membuat semua orang pingsan terpana
kisah yang akan jadi cerita humor 15 tahun mendatang
rujit nya...?
(red. maaf berbahasa sunda sebentar)
kisah ini kisah bersama, bukan kisah sendiri
karena kenyataannya sebuah kisah dibuat untuk dibaca orang
walaupun awalnya sembunyi-sembunyi; malu-malu tapi mau
hari ini ada kisah baru tentang cinta
kisah yang akan selalu seru
kisah yang akan selalu bikin ngilu
luar biasa meraup sekian mimpi menjadi realita
berhentilah bermimpi, kawan...
mari mulai sesuatu dengan berani
tetapi kuatkan dan teguhkanlah hatimu
karena hari ini ada kisah baru tentang cinta
ps. sssttttt... jangan berisik ah.
mengagetkan seperti tengah malam ke wc trus tiba-tiba ada kecoa
ingin teriak tapi malu, ingin melompat tapi agak berlebihan
tapi inilah cinta... sepah-sepah tapi manis
hari ini ada kisah baru tentang cinta
kisah yang akan membuat semua orang pingsan terpana
kisah yang akan jadi cerita humor 15 tahun mendatang
rujit nya...?
(red. maaf berbahasa sunda sebentar)
kisah ini kisah bersama, bukan kisah sendiri
karena kenyataannya sebuah kisah dibuat untuk dibaca orang
walaupun awalnya sembunyi-sembunyi; malu-malu tapi mau
hari ini ada kisah baru tentang cinta
kisah yang akan selalu seru
kisah yang akan selalu bikin ngilu
luar biasa meraup sekian mimpi menjadi realita
berhentilah bermimpi, kawan...
mari mulai sesuatu dengan berani
tetapi kuatkan dan teguhkanlah hatimu
karena hari ini ada kisah baru tentang cinta
ps. sssttttt... jangan berisik ah.
KEBENARAN BERDASARKAN FAKTA & REALITA
(copied from Cornelius Wing's blog, click here!)
Yohanes 8:32, "... dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Selama ini kita telah dengan sangat mahir mengucapkan ayat ini, tanpa (mungkin saja) memahami maksud inti di dalamnya. Ketika Alkitab menyinggung tentang ‘kebenaran’, kata yang dipakai adalah "ALETHEIA", yang lebih mengacu kepada penyampaian sebuah kebenaran berdasarkan fakta dan realita. Fakta dan realita adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Pada kenyataannya, kebenaran yang disampaikan tanpa sokongan fakta dan realita, ternyata tidak akan menuntun orang kepada sebuah kemerdekaan yang sejati dalam kehidupan mereka.
Dalam penyampaian kebenaran, banyak orang lebih mengacu kepada pernyataan yang bersifat asumtif. Bukan hanya itu, banyak yang menyoroti pengalaman pribadi, ajaran turun-temurun dan mengemasnya menjadi sebuah kebenaran baru yang tanpa dasar. Dampak yang dihasilkan adalah lebih banyak orang menjadi semakin terjerat pada kehidupan dan praktek agama, yang ternyata semakin mengikat dan menjauhkan mereka dari gaya kehidupan Kerajaan Allah.
Sebagai contoh, dalam Markus 12:41-44, kebenaran memberitahukan kepada kita bahwa ketika orang menyoroti makna sebuah pemberian pada jumlah, Yesus lebih menyoroti pada sisi pengorbanan. Buat Yesus, jumlah bukanlah persoalan inti, makna pemberian sebenarnya terletak pada pengorbanan yang terhisap di dalamnya. Bukankah ini adalah kabar baik yang memerdekakan bagi semua orang? Orang dapat memberi dengan merdeka, walau pun sedikit jumlahnya, namun ketika mereka memberi dengan motivasi benar dan sebuah pengorbanan, Tuhan menyoroti dan menghargainya. Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar keluh kesah dari seorang wanita yang berkata bahwa setelah mendengarkan sebuah khotbah tentang memberi, dia merasa bersalah apabila tidak memberi dalam jumlah besar. Dalam tekanan, akhirnya dia memutuskan untuk memberi juga dalam jumlah yang besar. Memberi dalam tekanan karena rasa bersalah bukanlah sebuah kebenaran yang memerdekakan. Alkitab berkata bahwa orang harus memberi dengan sukacita dan tanpa paksaan. Fokus yang diajarkan oleh Yesus adalah bukan jumlah, namun hati yang mencintai Tuhan sehingga membuat kita memutuskan untuk berkorban bagi Dia.
Matius 15:1-14, sementara orang menitikberatkan tentang persoalan “berbicaralah menggunakan hikmat” karena berupaya untuk menghindari aniaya, (atau mungkin) karena takut teraniaya, Yesus justru mengajarkan hal yang berbeda. Yesus memilih untuk berbicara secara terus terang berdasarkan fakta dan realita. Yang menajiskan orang bukan saat di mana mereka tidak mengerjakan peraturan agama dan adat istiadat, sebab yang menajiskan orang adalah persoalan hati mereka. Dengan kata lain, fakta dan realita kebenaran yang diajarkan oleh Yesus adalah bahwa peraturan agama dan adat istiadat bukanlah hal inti yang harus menjadi prioritas. Kita tidak berdosa, jika kita tidak mengerjakannya. Sebab prioritas inti yang harus kita perhatikan adalah kebenaran dalam hati kita, yang akan menolong kita untuk merdeka dari segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Ketika hati terpenuhkan oleh kebenaran, orang akan mampu menghidupi gaya kehidupan berkerajaan. Bukankah berita ini akan memerdekakan orang dari belenggu liturgis yang mencondongkan kita ke arah perilaku agama?
Sebagai orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyuarakan kebenaran, kita perlu mencermati kembali kebenaran seperti apakah yang telah kita beritakan. Apakah sebuah kebenaran tak berdasar dengan kemasan super, sebagai upaya agar kita lebih diterima dan disukai orang, lebih terkenal dan berpenghasilan lebih? Ataukah sebuah kebenaran berdasarkan fakta dan realita yang akan menuntun orang lain kepada kemerdekaan dari semua belenggu yang akan membatasi mereka untuk semakin maksimal dalam Kerajaan Allah?
Saya rasa adalah baik bagi kita untuk menyelami kembali – makna kehidupan dan berita kebenaran yang disampaikan oleh Kristus – dalam setiap perenungan kita secara pribadi. Sehingga biarlah dalam setiap pemberitaan kebenaran, kita hanya akan menyampaikan fakta dan realita yang memerdekakan orang, tanpa menyisipkan kepentingan pribadi di dalamnya. Saya berdoa biarlah keberanian untuk menyuarakan kebenaran berdasarkan fakta dan realita, membuat kita menjadi terkenal sebagai pengikut jalan Tuhan yang terbiasa memikul salib dalam menapaki perjalanan kehidupan ini.
Yohanes 8:32, "... dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Selama ini kita telah dengan sangat mahir mengucapkan ayat ini, tanpa (mungkin saja) memahami maksud inti di dalamnya. Ketika Alkitab menyinggung tentang ‘kebenaran’, kata yang dipakai adalah "ALETHEIA", yang lebih mengacu kepada penyampaian sebuah kebenaran berdasarkan fakta dan realita. Fakta dan realita adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Pada kenyataannya, kebenaran yang disampaikan tanpa sokongan fakta dan realita, ternyata tidak akan menuntun orang kepada sebuah kemerdekaan yang sejati dalam kehidupan mereka.
Dalam penyampaian kebenaran, banyak orang lebih mengacu kepada pernyataan yang bersifat asumtif. Bukan hanya itu, banyak yang menyoroti pengalaman pribadi, ajaran turun-temurun dan mengemasnya menjadi sebuah kebenaran baru yang tanpa dasar. Dampak yang dihasilkan adalah lebih banyak orang menjadi semakin terjerat pada kehidupan dan praktek agama, yang ternyata semakin mengikat dan menjauhkan mereka dari gaya kehidupan Kerajaan Allah.
Sebagai contoh, dalam Markus 12:41-44, kebenaran memberitahukan kepada kita bahwa ketika orang menyoroti makna sebuah pemberian pada jumlah, Yesus lebih menyoroti pada sisi pengorbanan. Buat Yesus, jumlah bukanlah persoalan inti, makna pemberian sebenarnya terletak pada pengorbanan yang terhisap di dalamnya. Bukankah ini adalah kabar baik yang memerdekakan bagi semua orang? Orang dapat memberi dengan merdeka, walau pun sedikit jumlahnya, namun ketika mereka memberi dengan motivasi benar dan sebuah pengorbanan, Tuhan menyoroti dan menghargainya. Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar keluh kesah dari seorang wanita yang berkata bahwa setelah mendengarkan sebuah khotbah tentang memberi, dia merasa bersalah apabila tidak memberi dalam jumlah besar. Dalam tekanan, akhirnya dia memutuskan untuk memberi juga dalam jumlah yang besar. Memberi dalam tekanan karena rasa bersalah bukanlah sebuah kebenaran yang memerdekakan. Alkitab berkata bahwa orang harus memberi dengan sukacita dan tanpa paksaan. Fokus yang diajarkan oleh Yesus adalah bukan jumlah, namun hati yang mencintai Tuhan sehingga membuat kita memutuskan untuk berkorban bagi Dia.
Matius 15:1-14, sementara orang menitikberatkan tentang persoalan “berbicaralah menggunakan hikmat” karena berupaya untuk menghindari aniaya, (atau mungkin) karena takut teraniaya, Yesus justru mengajarkan hal yang berbeda. Yesus memilih untuk berbicara secara terus terang berdasarkan fakta dan realita. Yang menajiskan orang bukan saat di mana mereka tidak mengerjakan peraturan agama dan adat istiadat, sebab yang menajiskan orang adalah persoalan hati mereka. Dengan kata lain, fakta dan realita kebenaran yang diajarkan oleh Yesus adalah bahwa peraturan agama dan adat istiadat bukanlah hal inti yang harus menjadi prioritas. Kita tidak berdosa, jika kita tidak mengerjakannya. Sebab prioritas inti yang harus kita perhatikan adalah kebenaran dalam hati kita, yang akan menolong kita untuk merdeka dari segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Ketika hati terpenuhkan oleh kebenaran, orang akan mampu menghidupi gaya kehidupan berkerajaan. Bukankah berita ini akan memerdekakan orang dari belenggu liturgis yang mencondongkan kita ke arah perilaku agama?
Sebagai orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyuarakan kebenaran, kita perlu mencermati kembali kebenaran seperti apakah yang telah kita beritakan. Apakah sebuah kebenaran tak berdasar dengan kemasan super, sebagai upaya agar kita lebih diterima dan disukai orang, lebih terkenal dan berpenghasilan lebih? Ataukah sebuah kebenaran berdasarkan fakta dan realita yang akan menuntun orang lain kepada kemerdekaan dari semua belenggu yang akan membatasi mereka untuk semakin maksimal dalam Kerajaan Allah?
Saya rasa adalah baik bagi kita untuk menyelami kembali – makna kehidupan dan berita kebenaran yang disampaikan oleh Kristus – dalam setiap perenungan kita secara pribadi. Sehingga biarlah dalam setiap pemberitaan kebenaran, kita hanya akan menyampaikan fakta dan realita yang memerdekakan orang, tanpa menyisipkan kepentingan pribadi di dalamnya. Saya berdoa biarlah keberanian untuk menyuarakan kebenaran berdasarkan fakta dan realita, membuat kita menjadi terkenal sebagai pengikut jalan Tuhan yang terbiasa memikul salib dalam menapaki perjalanan kehidupan ini.
making decision is a gift
be thankful to GOD, karena hidup kita menjadi hidup yang memilih. itulah sebabnya, setiap kita menjadi orang-orang yang harus berdoa dan bertanya sama TUHAN setiap saat; karena jangan-jangan nanti kita salah pilih. ini adalah sebuah pemberian TUHAN, dia mau setiap kita (menjadi anak-anak TUHAN yang bijaksana dalam) memilih, dan TUHAN tidak akan menginterupsi setiap pilihan yang sudah dibuat dalam kehidupan kita.
yang harus digarisbawahi dalam hal ini adalah karena kita memiliki pilihan, maka kita harus bertanya sama TUHAN. mengapa kita harus bertanya sama TUHAN? karena kita harus memilih. tadi pagi, gue mengajak satu anak melakukan satu hal (namanya clairine, anak maranata asal tasik): "clai, ayo jadi singer di gereja..." dan dia bilang bahwa dia akan merundingkannya lebih dulu sama TUHAN. that's the point. sebenernya keputusan ada di tangan clairine untuk akhirnya dia jadi singer atau engga, kan? tapi dia lebih memilih untuk merundingkan hal itu sama TUHAN terlebih dulu.
ini bukan bicara sok rohani...
kebanyakan orang merasa bahwa pilihannya adalah pilihan yang paling tepat (berdasarkan semua kondisi dan situasi yang ada dalam hidupnya sendiri). misalnya, seseorang masuk jurusan design dengan alasan bahwa dia bisa menggambar dan dia sangat senang mendesain, lalu akhirnya memutuskan untuk masuk jurusan design. tapi ketahuilah hal ini, walaupun akhirnya TUHAN memiliki jawaban yang sama, kehidupan kita akan menjadi misteri sebelum kita tahu apa jawaban TUHAN. bagi gue, lebih baik gue melakukan sesuatu yang engga banget tapi TUHAN memilihkannya untuk gue daripada melakukan sesuatu yang gue banget tapi TUHAN ternyata gak setuju. apalagi, ketika hal tersebut gue banget dan ternyata setelah tanya TUHAN jawabannya sama juga.
jangan pernah takut untuk memilih, making decision is a gift. beberapa orang mungkin udah gak bisa lagi memilih. beberapa orang mungkin udah terlambat untuk memilih. sekarang, ketika masih banyak pilihan dalam hidup kita, mari putuskan untuk berdoa dan bertanya lebih dulu sama TUHAN dan memilih.
yang harus digarisbawahi dalam hal ini adalah karena kita memiliki pilihan, maka kita harus bertanya sama TUHAN. mengapa kita harus bertanya sama TUHAN? karena kita harus memilih. tadi pagi, gue mengajak satu anak melakukan satu hal (namanya clairine, anak maranata asal tasik): "clai, ayo jadi singer di gereja..." dan dia bilang bahwa dia akan merundingkannya lebih dulu sama TUHAN. that's the point. sebenernya keputusan ada di tangan clairine untuk akhirnya dia jadi singer atau engga, kan? tapi dia lebih memilih untuk merundingkan hal itu sama TUHAN terlebih dulu.
ini bukan bicara sok rohani...
kebanyakan orang merasa bahwa pilihannya adalah pilihan yang paling tepat (berdasarkan semua kondisi dan situasi yang ada dalam hidupnya sendiri). misalnya, seseorang masuk jurusan design dengan alasan bahwa dia bisa menggambar dan dia sangat senang mendesain, lalu akhirnya memutuskan untuk masuk jurusan design. tapi ketahuilah hal ini, walaupun akhirnya TUHAN memiliki jawaban yang sama, kehidupan kita akan menjadi misteri sebelum kita tahu apa jawaban TUHAN. bagi gue, lebih baik gue melakukan sesuatu yang engga banget tapi TUHAN memilihkannya untuk gue daripada melakukan sesuatu yang gue banget tapi TUHAN ternyata gak setuju. apalagi, ketika hal tersebut gue banget dan ternyata setelah tanya TUHAN jawabannya sama juga.
jangan pernah takut untuk memilih, making decision is a gift. beberapa orang mungkin udah gak bisa lagi memilih. beberapa orang mungkin udah terlambat untuk memilih. sekarang, ketika masih banyak pilihan dalam hidup kita, mari putuskan untuk berdoa dan bertanya lebih dulu sama TUHAN dan memilih.
Sunday, October 12, 2008
Saturday, October 11, 2008
sebuah informasi: tidur berlebihan justru bikin letih
kenapa kebanyakan orang merasa letih padahal tidurnya mencukupi?
jadi begini...
orang-orang yang biasa setiap hari bangun pagi-pagi untuk melakukan aktivitas yang rutin berpikir bahwa pada akhir minggu atau di waktu libur mereka akan membiarkan dirinya di atas kasur sampai menjelang siang atau sore, dengan alasan supaya mendapatkan istirahat yang maksimal yang gak bisa didapat ketika seminggu penuh sibuk beraktivitas.
tidur pada hari libur (weekend, cuti) yang berlebihan seperti ini bisa menyebabkan keletihan. kebiasaan seperti itu mengganggu biological clock dalam tubuh kita. biological clock adalah waktu-waktu dimana organ-organ dalam bekerja. biological clock terbentuk ketika kita terbiasa mengatur jadwal kita sehari-hari.
ada satu hormon bernama cortisol (sama-sama bilang cortisol!). atau kata lainnya adalah hormon kecergasan. apa gunanya? hormon ini adalah hormon yang merespon tingkat stress dalam tubuh kita, dengan kata lain hormon ini mempersiapkan tubuh kita untuk melakukan ketegangan aktivitas setiap hari. hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar adrenal mengikuti pola aktivitas kita sehari-hari. misalnya kita memiliki rutinitas untuk bangun jam 7 setiap hari, maka hormon tersebut akan keluar sekitar 2 sampai 3 jam sebelumnya, yaitu sekitar jam 4.
ada dua kesalahan:
1. kita tetap terjaga sampai pukul 4 (seperti waktu yang ditentukan di atas; bisa berbeda-beda untuk setiap orang) karena harus lembur atau bergadang. ketika kita tetap terjaga sampai pukul 4 itu berarti tidak ada waktu untuk kelenjar adrenal beristirahat. sehingga produksi cortisol untuk hari berikutnya akan sedikit kacau dan akhirnya kita mengalami keletihan (baca: tidak siap beraktivitas secara biologi).
2. kita tidur melebihi waktu biasa. hal ini menyebabkan produksi cortisol tidak berguna. karena terbiasa bangun jam 7, maka cortisol akan dihasilkan jam 4. ketika kita tidur melebihi jam bangun, maka cortisol akan tetap terproduksi sebagai bentuk rutinitas kerja tubuh kita. hasilnya, cortisol akan terbuang percuma ketika kita sedang tidur.
pada intinya, yang bikin kita letih adalah karena kita memiliki waktu tidur yang tidak teratur. mari sama-sama cek, jangan-jangan kita letih karena kita melakukan salah satu atau dua kesalahan di atas. dan mulai hari ini (setelah membaca artikel ini), mari sama-sama atur jadwal kita masing-masing sesuai dengan kebutuhan. ternyata rutinitas (baca: disiplin) ada baiknya juga.
jadi begini...
orang-orang yang biasa setiap hari bangun pagi-pagi untuk melakukan aktivitas yang rutin berpikir bahwa pada akhir minggu atau di waktu libur mereka akan membiarkan dirinya di atas kasur sampai menjelang siang atau sore, dengan alasan supaya mendapatkan istirahat yang maksimal yang gak bisa didapat ketika seminggu penuh sibuk beraktivitas.
tidur pada hari libur (weekend, cuti) yang berlebihan seperti ini bisa menyebabkan keletihan. kebiasaan seperti itu mengganggu biological clock dalam tubuh kita. biological clock adalah waktu-waktu dimana organ-organ dalam bekerja. biological clock terbentuk ketika kita terbiasa mengatur jadwal kita sehari-hari.
ada satu hormon bernama cortisol (sama-sama bilang cortisol!). atau kata lainnya adalah hormon kecergasan. apa gunanya? hormon ini adalah hormon yang merespon tingkat stress dalam tubuh kita, dengan kata lain hormon ini mempersiapkan tubuh kita untuk melakukan ketegangan aktivitas setiap hari. hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar adrenal mengikuti pola aktivitas kita sehari-hari. misalnya kita memiliki rutinitas untuk bangun jam 7 setiap hari, maka hormon tersebut akan keluar sekitar 2 sampai 3 jam sebelumnya, yaitu sekitar jam 4.
ada dua kesalahan:
1. kita tetap terjaga sampai pukul 4 (seperti waktu yang ditentukan di atas; bisa berbeda-beda untuk setiap orang) karena harus lembur atau bergadang. ketika kita tetap terjaga sampai pukul 4 itu berarti tidak ada waktu untuk kelenjar adrenal beristirahat. sehingga produksi cortisol untuk hari berikutnya akan sedikit kacau dan akhirnya kita mengalami keletihan (baca: tidak siap beraktivitas secara biologi).
2. kita tidur melebihi waktu biasa. hal ini menyebabkan produksi cortisol tidak berguna. karena terbiasa bangun jam 7, maka cortisol akan dihasilkan jam 4. ketika kita tidur melebihi jam bangun, maka cortisol akan tetap terproduksi sebagai bentuk rutinitas kerja tubuh kita. hasilnya, cortisol akan terbuang percuma ketika kita sedang tidur.
pada intinya, yang bikin kita letih adalah karena kita memiliki waktu tidur yang tidak teratur. mari sama-sama cek, jangan-jangan kita letih karena kita melakukan salah satu atau dua kesalahan di atas. dan mulai hari ini (setelah membaca artikel ini), mari sama-sama atur jadwal kita masing-masing sesuai dengan kebutuhan. ternyata rutinitas (baca: disiplin) ada baiknya juga.
kenapa sih kok cinta...
kenapa sih kok cinta selalu jadi topik paling enak dibahas nomer satu di dunia?
kenapa sih kok cinta selalu asyik untuk dijadiin gosip?
kenapa sih kok cinta selalu bikin gak bisa tidur? (ah, gak juga sih kalo yang ini mah...)
kenapa sih kok cinta selalu aja ngegemesin dan sensasional?
kenapa sih kok harus cinta?
kenapa sih kok cinta selalu asyik untuk dijadiin gosip?
kenapa sih kok cinta selalu bikin gak bisa tidur? (ah, gak juga sih kalo yang ini mah...)
kenapa sih kok cinta selalu aja ngegemesin dan sensasional?
kenapa sih kok harus cinta?
Subscribe to:
Posts (Atom)


